Senin, 16 Mei 2016

Terlalu Peka pada Karakter

http://41.media.tumblr.com/07eb7a9d4a8a3a2cd0b67647ae13db03/tumblr_mpocuxkSdK1szgjvmo1_500.jpg
Jangan terlalu peka pada karakter orang-orang di sekitarmu, itupun kalau hatimu tidak mau menyakiti atau tersakiti.

....awas terlalu mengenal karakter yang buruk, nanti kau membenci, lantas menyebar luaskan keburukan karakter itu ke khalayak ramai. Awas menyakiti,

....awas pula terlalu mengenal karakter yang baik nan istimewa, nanti kamu suka, urusan akan jadi rumit, apalagi kalau ora g itu tidak memiliki perasaan yang sama. Awas tersakiti.
Ah dunia, elegi yang menggelikan.

Perlahan Hilang

http://s6.favim.com/orig/140423/anime-cry-girl-prison-Favim.com-1695367.png
Petang ini, aku tlah kehabisan kata untuk diucapkan. Aku tlah kehilangan rasa untuk membayangkan lantas meneriakkan namamu dalam barisan huruf yang tergabung dalam kalimat rindu yang memabukkan.
Iya, perlahan kau menghilang, dari sudut hati yang mencinta tulus.

Pesan Cermin

http://www.loverofsadness.net/LOS/images/gallery/main/bd/1543_9e8bde69f954c7d306121a9e84169acc.jpg
Gadis kecil....
Kalau ingin menghilang, menghilanglah sekalian. Jangan ragu akan sebuah keputusan yang telah kau teriakkan di depan dunia, itu buruk, hanya akan menurunkan rasa percaya mereka kepadamu.

Gadis kecil....
Belajarlah untuk terbiasa dengan skenario merah jambu khas remaja-remaja labil. Skenario antara suka, benci, serta rasa lainnya yang bercampur memaniskan dan memahitkan hidup. Jadilah aktris yang elegan, yang bertahan dengan prinsip dan keanggunannya. 

Gadis kecil....
Kembalilah ke kamarmu, lanjutkan mimpi kemarin. Tutup telinga, lupakan skenario merah jambu yang belum mampu kau mengerti. Lupakan saja dia.
Tertanda, aku.

Minggu, 15 Mei 2016

Surat untuk Kakak,

https://41.media.tumblr.com/6b823714da498dd111305d864a9a0ba6/tumblr_n6bfwmrat81tcd951o1_500.jpg
Aku tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang ibu, tapi pasti sangat menyakitkan. Aku pernah merasa kehilangan seorang kakek, dan itu memang menyakitkan, jadi bisa kubayangkan bagaimana ditinggal ibu.
Dat, menangislah sepuas hati, di hadapan atau tidak di hadapan mereka. Bersedihlah sampai air matamu perlahan mengering. Jatuhlah untuk beristirahat dan mengenang.
Pagi yang tidak mudah ditebak, padahal beberapa menit yang lalu langit dengan rendah hatinya menampilkan opera awan yang mempesona. Tapi dengan kecepatan sepersekian detik kemudian, mendung turun membingkai kabut di relung hati kita.
Ah iya, semoga rasa sedih dan kehilangan tidak akan menjebakmu terlalu lama. Berbahagia dan berbaik budilah kemudian, dat. Berbaktilah kepada ibu dengan cara lain, menjadi mulialah kemudian, agar cahaya kemuliaan itu juga turut terpancar ke rumah baru beliau. Jadi kuatlah kemudian, jadi tegarlah untuk ayah.
Maaf, kami hanya bisa merangkulmu dengan cara seperti ini. Berbahagialah kak, jangan buat kami sedih karena kehilangan sosokmu yang dulu. Tersenyumlah.
Salam, adik-adikmu.
Gardajita Gaota Sadara,

Sabtu, 14 Mei 2016

Wacana Negeri

http://unycommunity.com/wp-content/uploads/2016/01/alat-tulis.jpg
Mahasiswa itu harusnya berkarya, sesuai atau tidak sesuai dengan bidang yang tengah ia pelajari. Tapi itu katanya, kata mereka, kata orang-orang bijak.
Dan aku masih bingung dengan pikiranku sendiri, apa yang sudah aku sumbangkan kepada negeri ini?
Ah iya, itu yang seharusnya kita semua tanyakan pada diri kita. Tentang sebuah kewajiban yang sering ditutupi hak. Tentang pengorbanan yang sering terlupakan ego.

Perjodohan yang Ia Kehendaki

http://kartun.co/wp-content/uploads/2014/02/gambar-kartun-hitam-putih-muslim-pasangan-201x250.jpg
Jodoh dan perjodohan yang diskenariokan Tuhan itu unik. Bisa jadi kita berjodoh dengan orang yang tinggal di tempat yang jauh, berbeda pulau bahkan benua. Atau, bisa jadi sangat dekat, depan rumah misalnya (?)
....tapi perjodohan yang indah adalah perjodohan yang Ia kehendaki, yang terhalang hijab namun terbingkai mutiara hikmah.
Ah sial, aku hanya pandai bercuap, belum bisa menerapkannya ke dalam sendi-sendi kehidupanku.
Ah iya, sudahlah.

Rabu, 04 Mei 2016

Proposal Cinta Untuk Tulang Rusuk

http://tenmienmienphi.co/wp-content/uploads/2014/06/summer_stuff_by_syfArt.jpg
Terinspirasi dari Si Jeruk Nipis dan satu orang lainnya, yang sedang berusaha membuat proposal untuk diserahkan kepada dua wanita yang mereka anggap layak.Iya, wanita yang seperti itu.

Aih, tanganku jadi gatal untuk menulis, tentang sebuah proposal cinta yang nantinya akan kuserahkan kepada seseorang yang layak pula. Biar, tidak apa-apa kalau harus aku yang meminta, toh aku sadar diri kalau tidak lebih baik dibandingkan sosok seperti itu.
 
Oke, ayo kita mulai.

Proposal Cinta untuk Kekasihku, atas dasar cinta dari-Nya.

Selamat malam, pagi, siang, atau mungkin senja. Selamat membaca tulisan aneh dari seorang sarjana Universitas Utrecht, selamat mengenali gadis yang banyak memiliki noda di kanvas kehidupannya ini.

Salam kenal, atau mungkin kita sudah kenal? Ah iya, anggap saja belum. Karena sampai tulisan ini diposting, aku belum tahu siapa dan dimana kau berada, aku juga belum tahu siapa namamu. Jadi biarkan saja, anggap saat menulis surat ini aku tidak mengenalmu.

Ah iya, aku perkenalkan sosok yang dengan tidak tahu malu menulis proposal ini untukmu. Namanya Lutvia Resta Setyawati, seorang manusia, wanita, dan barusan habis minum dari gelas plastik warna hijau.

Aku lahir di Sukabumi, bukan di Bandung atau di Malang. Tepatnya di rumah tanpa jendela, di Parungkuda sana. Berbicara tentang rumah, rumahku memang unik. Ada satu sudut yang sengaja ayah siapkan tanpa jendela, biar anak-anaknya tidak kekurangan sinar matahari, biar kita sadar dunia ini luas, mungkin.

Aku merantau, tidak sengaja, soalnya harus kuliah di Kota Kembang, kalau bolak-balik ke Sukabumi nanti capek, nanti bangkrut. Merantaunya di Bandung, di Negla Tengah, kosannya deket sekretariat Jantera (Perhimpunan Pecinta Alam Geografi UPI). Itu juga yang jadi alasan kuat kenapa aku selalu senang keluar malam, tapi tenang, aku bukan cewek nakal, gak ada yang ngajarin.

Aku lahir di bulan Februari, tanggal 26, tahun 1996. Masih 'bodoh' ketika menulis surat ini, apalagi soal cinta, kata orang sih, tapi aku gak percaya, eh terserah mereka deh.

Kuliahnya di UPI, Universitas Pendidikan punya Indonesia, Departemen Pendidikan Geografi, 2014. Lalu lanjut studi ke Belanda, ke Utrecht University. Walaupun pas nulis proposal ini aku masih di UPI, semoga pas kamu baca aku udah lulus dari Utrecht ya.

Ah iya, aku senang menulis, tentang apapun, apalagi tentang kamu dan dia-dia yang sempat singgah di hati. Maklum, aku masih remaja, yang alay, dan senang nulis puisi.

(to be continue…)
Aku bosan, kuliahnya gak jadi terus. Nanti aku lanjut kalau udah inget jalan ceritanya ya :)

Selasa, 03 Mei 2016

Ada Hantu di Rumahku

Teruntuk saudara dan temanku, aku pikir kalian akan marah jika tau apa maksud tulisan yang kubuat di tengah pagi (menuju jam kuliah) ini.

Maaf, tapi aku hanya takut hantu itu menggentayangi kalian dengan menyeramkan. Aku takut dia puas, lantas mencari mangsa baru untuk ditakuti.

Ah iya, ada hantu di rumahku. Kuharap ayah akan melindungi kami dari hantu itu. Melindungi putra-putrinya dari kejahilan si hantu yang seringkali tidak berhati di tengah malam yang sunyi.

Minggu, 01 Mei 2016

...berikan dia Permen Bulan Mei

http://www.satutiga.co/wp-content/uploads/2015/04/bahan-permen.jpgSalah satu saudaraku pernah bilang,
"Dalam banyak kasus merah jambu, di rumah kita, pihak perempuan adalah tersangka utama yang layak mendapat hukuman".
Dalam hati aku tersenyum, berharap tidak pernah mengerti. Namun sayang, sekarang aku mengerti semua makna yang tersirat dalam kata-kata itu.
Ah iya, ini Mei. Bulan baru, hidup baru, tapi puisi yang klise.
Aku rindu, sedikit, eh banyak.
Datanglah pada gadis kecil ini, berikan dia Permen Bulan Mei yang manis. Tapi jangan biang gula, nanti dia sakit lagi.
Sekian.