Tampilkan postingan dengan label 20th Ideas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 20th Ideas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2016

Menghadapi Para Penggosip

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfTpUKYuUCtd7Z4s5_qYpFZfYRG7OoL2O9J_6GpbJXaXAJJjhnW7GsJEqYS04_tdyjz_KrREO920FieZwLdqaoAhCJT3E9vctpD4y3UtlPuDYMZEi3zsTOttaPFYolxOmMb8Ar741tUmw/s640/1176224_596198307098592_2054697276_n.jpg
Vonis baik atau buruk yang diberikan oleh orang-orang terhadap kita, merupakan interpretasi dari apa yang mereka tangkap secara audio dan visual terhadap semua kelakukan kita. Mereka tidak melihat niat atau latar belakang, mereka melihat aksi. dan hal itu yang jelas-jelas selalu mengakibatkan kesalahpahaman.

Kita masih bisa hidup tanpa dukungan dari mereka, memang. Tapi tidak akan ada hidup tenang jika kita masih berada di bawah bayangan skeptisme memuakkan yang telah mereka ciptakan.
Lalu kita harus apa?
Selama masih bisa memperbaiki imej kita di hadapan mereka, menurutku ya kita berarti memiliki kewajiban untuk menjelaskan. Carilah wakktu yang tepat untuk bicara, dari hati ke hati. Jangan satu lawan banyakan, nanti kamu dikeroyok. Kamu dekati saja satu per satu, dengan pendekatan yang sangat halus sampai mereka tidak sadar kalau kamu memiliki misi khusus.
Penjelasan yang baik akan memperbaiki hubungan. Sedikit demi sedikit, walau lama tapi setidaknya kamu memiliki niat yang baik untuk melepaskan seseorang dari prasangka buruk dan dosa-dosa yang akan muncul selanjutnya.

Selamat mencoba :)

Senin, 14 Maret 2016

Brother Zone

Guys, kali ini kita bakal bahas sedikit mengenai brother zone yang tengah marak terjadi di kalangan remaja seluruh dunia (biar keliatan luas juga gitu).

Ok, emang brother zone itu apasih? Sama gak sama friendzone atau timezone? Etdah malah promosi wahana permainan -_-'

Brother zone adalah sebuah hubungan complicated yang terjadi diantara cewek dan cowok (jangan cewek dan cewek atau cowok dan cowok karena itu LGBT, please deh jangan), dimana salah satu atau dua pihak hanya menganggap pasangannya sebagai kakak/adik.

Kalau ditanya sereman mana sama friendzone?

Ya, sereman brother zone bray

Kalau ditanya seruan mana sama timezone?

Ya, seruan brother zone haha kan lucu yah bisa ngejailin hati anak orang 😀😅✌

Tapi..... itu masih hipotesis aja yah

Sebelum lanjut, yuk kita bahas hubungan kayak apa aja yang biasa diolok-olok sebagai brother zone relationship. Coba cek beberapa karakteristik berikut ini.

Notice: anggap aja gue korban brother zone, biar menghayati dan lu pada sedikit percaya (plakk) 😓😢

Pertama, doi cuma anggep lu sebagai saudara_terbukti dari omongan dia yang sering nyinggung-nyinggung kalau lu itu adik/kakak/saudara terbaiknya (ya biasanya sih diomongin langsung).

Kedua, kalian sering jalan bareng. Entah untuk makan, jalan ke taman kota, ke perpustakaan, ke gunung, ke lembah, ke timur, ke barat, dan mencari kitab suci 🙆👏🙌 pokoknya hal yang seru dan kadang romantis, tapi bukan berarti doi baper jadi lu juga jangan, biar gak jatuh cinta sendirian (eh).

Ketiga, perhatikan silsilah keluarganya, kalau ternyata dia gak punya adik cewek dan kalian terbukti cewek_maka sebenarnya udah jelas kalau dia cuma pengen ngerasain yang namanya punya adik cewek. Atau liat juga kalau ternyata dia anak sulung dan lu anak angkat (eh maksudnya dari segi umur lebih tua dari dia), berarti doi emang lagi nyari seorang kakak. Ya gitu deh, sambil iseng aja lu tanya-tanya silsilah keluarga dia sampe tujuh turunan, biar sedikit jelas pembagian hak warisnya kek apa hehe 😝😋

Keempat, dia selalu memberi perhatian yang lebih dan gak suka bales chat dengan lelet. Itu artinya ada sesuatu yang selalu membuat dia tertarik ke dalam keseharian kamu, dan itu bisa saja jadi sebuah candu yang selalu berulang.

Udah segitu aja, kalau kalian ternyata merasakan keempat hal tersebut, apa itu artinya gue harus mulai ngasih selamat sama nyediain tissu karena salah satu pembaca blog ini telah terperosok ke dalam lubang brother zone?

Ternyata gak usah..... 🙌👏🙆

Terlepas dari itu semua, menyayangi seseorang adalah hak dan kewajiban setiap orang di dunia. Gak pernah ada orang yang salah dalam hal menyayangi, yang salah hanya bagaimana cara kita menyikapinya.

Kalau toh akhirnya kalian udah terlanjur sayang sama seseorang_yang malah nganggap kalian adik/kakaknya, ya memang mungkin seharusnya begitu. Lu bersikap biasa aja. Lu sayang sama dia, dia baik sama elu, masalah hubungan kalian kayak apa? Ya kayak gini, maksudnya ya jalanin aja, itung-itung belajar menyayangi orang dengan tulus, itung-itung belajar memperhatikan sesama, itung-itung tengah menguji seberapa kuat perasaan kalian sama doi.

So, brother zone ternyata gak seseram yang gue katakan di awal pembicaraan ini kan?

Brother zone itu sebenarnya gak pernah ada dalam kamus hidup manusia, kalau saja manusia berusaha ikhlas mengasihi sesamanya.

And finally, see you. Semoga sedikit bermanfaat buat ngurangin galau kalian yah 😝😋😂🙋✌ Daaaaaaah

Jumat, 04 Maret 2016

Buka Mata Tentang MEA

Satu lagi pemikiran cemerlang hari ini, urusan cinta dan kebetulan sangat terikat dengan urusan masa depan.

Ide yang muncul dari percakapan kecil esa dan Abia di tengah Musyawarah Adat Jantera ke-23.

Menurut Abia, pemuda tinggi kurus yang lahir 21 tahun lalu di Kiara Condong, saat ini bukanlah momen yang tepat untuk membahas perihal cinta dan tektek bengeknya. Saat ini justru lebih tepat dimanfaatkan untuk berpikir mengenai masa depan diri kita, dan Indonesia (mungkin). Ah iya, topik mengenai MEA juga pasti menghiasi pemikiran ini.

Manusia Indonesia harus segera sadar akan tanggung jawabnya terhadap harga diri bangsa di tengah persaingan bebas Masyarakat ASEAN, terlebih dalam bidang ekonomi_lebih sempitnya: lapangan pekerjaan.

Beberapa tahun yang akan datang, wilayah Indonesia yang luas ini tidak akan hanya dimiliki oleh Indonesia_negara lain juga akan semakin berminat untuk mengembangkan dan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Toh regulasi mengenai penanaman modal dan lapangan pekerjaan juga akan dipermudah kan?

Lantas kita akan jadi apa?

Apa hanya akan menjadi penonton yang duduk manis melihat orang asing datang dan pergi mengeruk sumber dollar dari tanah kita?

Tidak boleh!
Semoga kita termasuk orang-orang yang bermanfaat dan terbutuhkan oleh MEA.

(To be continue, rieut euy)

Rabu, 02 Maret 2016

UPI Rumah Kita

“UPI RUMAH KITA”, slogan yang tersebar di beberapa penjuru kampus pendidikan ber-museum ini ternyata memiliki makna yang dalam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rumah diartikan sebagai bangunan untuk tempat tinggal. Sedangkan secara psikologis, rumah bisa diartikan sebagai tempat tinggal manusia untuk beraktivitas dalam kondisi damai, tentram, dan menyenangkan.

“UPI RUMAH KITA” merupakan slogan yang sengaja dipasang oleh petinggi UPI agar para penghuni kampus ini sadar bahwa UPI yang biasa mereka kunjungi minimal sekali dalam seminggu ini merupakan sebuah rumah yang harus diperlakukan layaknya rumah.

Rumah megah seluas ±615.766 m2 ini terletak di Jl. Setiabudi 229 Kota Bandung, dan secara implisit terletak di hati dan kotak memori para penghuninya. Rumah ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap, diantaranya adalah WC yang bisa merangkap fungsi jadi kamar mandi, ruang baca dan belajar, arena nongkrong dan diskusi, beberapa tempat fotokopi, museum, danau, bahkan arena food gathering yang menyenangkan. Arena food gathering itu terdiri dari dua macam, yakni yang berbayar dan gratis. Yang berbayar itu misalnya seperti di KOPMA, BMT, Kantin Fakultas, Toko Swalayan Omy, Emang Cuanki dan Siomay, bahkan Ibu-ibu Semak (sebutan untuk ibu-ibu penjual makaroni keliling yang biasa bersembunyi di balik semak-semak Lobi Timur FPIPS). Sedangkan yang gratis bisa dengan mudah kita temukan di seluruh penjuru UPI, diantaranya adalah spot pohon jambu biji, jambu air, durian, mangga, belimbing, alpukat, nangka, dll.

Sebagai sebuah rumah, UPI sudah cukup baik memberi kita ruang yang nyaman untuk beraktivitas. Walau terkadang membuat bosan juga karena UKT yang dirasa mahal, wifi fakultas yang di-password, dan beberapa sarana yang kurang tersedia bahkan tidak terurus. Namun sebagai penghuni yang baik, sudahkah kita bertanya pada diri sendiri: apa yang telah kita berikan pada rumah kita? Manusia biasanya memang begitu, cenderung menuntut hak dan mengesampingkan  kewajiban.

Jika tidak mampu menorehkan prestasi, setidaknya jangan membuang sampah di sembarang tempat,  jangan mencorat-coret kursi dan meja saat ulangan, dan yang terpenting jangan pernah mencemarkan nama baik kampus demi kepentingan pribadi.

“UPI RUMAH KITA” merupakan slogan mulia yang harus diresapi dan diimplementasikan dengan benar oleh para penghuninya. Jangan biarkan ia hanya menjadi sebuah slogan, jadikan penyemangat. Demi UPI yang lebih menyenangkan. Demi masa depan kita, demi hati yang akan berbangga saat kembali pasca lulus nanti 😀😂🙌🙋🙆👏

Selasa, 01 Maret 2016

Tentang Pacaran Lagi

Pacaran selalu saja jadi bahan cerita yang bagus untuk di bahas saat kita remaja, tentang si doi yang kamu taksir dan sejenisnya.

Namun sayang, pacaran selalu dianggap sebagai sebuah rumah tangga kecil yang harus mendapat perhatian ekstra dari para pelakunya. Efek akhirnya jelas akan mengganggu kedua belah pihak termasuk orang-orang di sekitarnya.

Pacaran hanya membuat si pelakunya pusing, apalagi kalau si doi-nya tengah marah dan cemburu.

Pacaran juga memberikan peluang besar untuk berbuat dosa, baik dari sentuhan, bahasa, dan tatapan mata.

Pacaran akan membuat kita sibuk mengurusi dunia oranglain, yang harusnya menjadi satu hal yang privat dan iya! Kita ngurus hidup sendiri aja udah belum bener 😀😂😅

Pacaran membuat kita bermuka dua, ayolah gak ngelak kalau kita akan selalu berusaha terlihat baik dan perhatian di depan si doi_yang terkadang bahkan kita terseret dan memainkan karakter yang bukan kita banget.

Finally, aku gak pernah melarang orang pacaran_hanya menganjurkan agar kita sama-sama bijak dalam bersikap. Doi bukan suami atau istri kamu loh, jadi kamu masih punya otoritas untuk melakukan apapun dalam hidup kamu tanpa ada di bawah bayang-bayangnya. Jangan sampai pacaran hanya memberi kamu efek negatifnya aja, ambil hal baik dan buang hal jelek.

Belajarlah untuk:
1. Bahagia sewajarnya
2. Bersedih sewajarnya
3. Bersyukur sebanyak-banyaknya

Bahagia, tapi masih inget kalau gak ada kebahagiaan yang abadi. Bersedih, tapi masih inget kalau gak ada juga kesedihan yang abadi. Lantas bersyukur, karena masih diberi kesempatan untuk saling mengasihi antar manusia.

Rabu, 24 Februari 2016

Angkot Card

Hari ke 209_dari seribu hari penantian akan hujan. Pagi saja, bukan pagi sekali, aku terbangun dari tidur nyenyak yang menyenangkan_lantas harus bersiap untuk pergi ngampus dan kuliah olahraga di Tennis Indoor UPI
.
Sedikit mager a.k.a males gerak, tapi harus pergi biar bahagia_soalnya mata kuliah ini memang selalu membuat bahagia 😘 soalnya kita dibiasakan untuk bermain ucing-ucingan, semacam sistem permainan tradisional yang sudah sering tertinggal dan kalah sama gadget
.
Sedikit tentang ucing-ucingan, permainan ini adalah permainan yang lebih mengutamakan gerak tubuh dimana salah satu dari pemain harus mengalah dan menjadi kucing dalam permainan_harus mengejar dan merekrut kucing baru (selebihnya baca di google aja ya 😅😂)
.
Kuliah olahraga selesai, aku dan Aiyanti kemudian berencana pulang naik odong-odong ijo (sebuah mobil yang disediakan UPI untuk mengantar warganya mengelilingi kampus_rute? Biasanya lintas fakultas gitu)
.
Ada satu ide yang tiba-tiba muncul pas naik odong-odong. Kenapa Indonesia gak bikin Angkot Card aja, semacam kartu kredit yang disiapkan khusus untuk bayar angkot secara online_artinya pembayaran angkot akan dilakukan secara otomatis melalui saldo di dalam kartu
.
Fungsi dan Sistem Angkot Card

Angkot Card berfungsi sebagai alat pembayaran angkot yang mudah dan efisien, dengan begitu penumpang dan supir angkot tidak perlu lagi membuang sedikit/banyak waktunya untuk menunggu kembalian si penumpang.

Sistemnya: ketika masyarakat melakukan transaksi perangkotan, maka saldo di dalam Angkot Card akan terpotong otomatis sesuai dengan nilai transaksi yang telah dilakukan.

Tarif angkot juga akan ditetapkan berdasarkan sistem argo, dimana setiap jarak akan terhitung secara otomatis.

(To be continue) 😅😂

Kamis, 18 Februari 2016

Pemimpin yang Kesepian

"Setiap manusia ditakdirkan untuk menjadi pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri"
Hal itu yang selalu diajarkan oleh guru-guruku saat di bangku sekolah dulu, hal yang diajarkan juga oleh kakak kelas dan teman-teman seperjuangan di organisasi yang kami geluti bersama.
Tapi ada satu hal yang selalu kita lupakan, pemimpin juga termasuk salah satu manusia yang rentan kesepian, apalagi pemimpin yang menduduki jabatan tertinggi di ormawa, intra, atau ekstrakurikuler sekolah.
Biasanya mereka kesepian di pertengahan masa bakti, saat semangat anggota sudah sedikit melemah bahkan hilang, saat seleksi alam mulai berlaku dan jenuh merajalela.
Kesepian harus diatasi oleh pemimpin itu sendiri, dengan sedikit dukungan moriil dari beberapa anggota setianya. Atau kalaupun semua anggotanya benar-benar pergi, berarti harapan terakhir adalah dirinya sendiri.
Menjadi pemimpin itu harus siap untuk kuat, terkadang harus kuat patah hati, kuat disakiti, kuat dikhianati.
Pemimpin juga harus jadi pribadi yang pemaaf.
Memaaafkan beberapa rekannya, yang disumpah bersama namun mengingkari sumpah jabatan lebih dulu.
Memaafkan beberapa rekannya, yang secara tidak sengaja berlaku tidak profesional atau memolorkan jadwal proker.
Ya begitulah, jadi saat kita sudah bertekad untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, maka secara tidak sengaja kita juga bertekad untuk menjadi orang yang kesepian.

Rabu, 17 Februari 2016

Cara Mendapatkan Cinta Seseorang

Siang itu salah satu teman mengajakku ngobrol di pojokan kelas sambil menunggu dosen, kami berbicara tentang kisah yang tidak pernah selesai, kisah cinta dan tektek bengek-nya.

Mencintai adalah hak dan kewajiban semua orang, karena dengan begitu hubungan antar manusia akan berjalan dengan sangat baik. Cinta biasanya disandingkan dengan hasrat ingin memiliki dan melindungi, terutama terhadap lawan jenis.

Artikel kali ini akan membahas bagaimana caranya mendapatkan cinta seseorang, terutama gebetan kamu. Bukan hasil penelitian sih, tapi setidaknya ini hasil pengamatan penulis, subjektif tapi bisa diuji kok 😅😂

"Jangan dekat, nanti cinta".

Istilah itu ternyata benar lho, jadi kalau kita ingin membuat seseorang jatuh cinta, kita masuki hidup dia dan buat diri kita menjadi salah satu bagian dari kebiasaannya.

Buat dia ketergantungan,

bukan sama narkoba, tapi sama kehadiran dan perhatian kita.

Dengan begitu, saat kita mencoba untuk pergi, dia akan merasa sangat kehilangan.

Konsep ini jugalah yang sebenarnya terjadi pada hubungan rumah tangga. Kenapa ada orang yang bisa menjalani hidup bersama selama bertahun-tahun tanpa berniat untuk berpaling? Jawabannya adalah karena si pria adalah bagian dari kebiasaan hidup si wanita, dan si wanita adalah bagian dari kebiasaan hidup si pria.

Begitu saja, sudah mengerti kan? Ok, see you, semoga bermakna 😘🙌

Nb:
Hasil belajar dari kakak bermagis :) hehe

Mengatasi Rasa Baper

Baper adalah adalah salah satu trend yang sudah menyebar luas di kalangan anak muda Indonesia, berasal dari bahasa gaul yang kurang lebih bisa diartikan sebagai sikap seseorang yang berlebihan dalam menghadapi sesuatu (baik itu kebahagiaan atau kesedihan).

Baper bisa saja terjadi pada orang-orang yang sedang nonton drama atau film
sedih, bisa juga terjadi saat seseorang melihat dan merasakan hal aneh dari orang di sekitarnya.

Baper bisa terjadi dalam beberapa bentuk, misalnya kemarahan, kekecewaan, rasa senang, terharu, sedih, dan lain sebagainya.

Trend ini biasanya lebih banyak terjadi pada cewek, apalagi yang melankolis. Ok, mungkin sebagian besar orang akan setuju pada pernyataan kalau cewek memang makhluk yang telah Tuhan ciptakan dengan hati yang sangat lembut. Artinya, secuek apapun dia, sebenarnya adalah orang yang peka pada keadaan, hanya mungkin merasa tidak peduli dan menampiknya.

Dalam artikel ini saya akan menjelaskan tentang cewek yang baper pada lawan jenisnya.

Kenapa bisa baper?

Bisa saja karena si cewek merasa nyaman terhadap sikap cowok yang mendadak perhatian dan sangat baik kepadanya.

Jadi itu salah?

Gak ada yang salah, baper itu wajar, mungkin karena memang si cowok lihai menyelinap masuk ke hati si cewek. So, congratulation yah!

But, girls. Harus diperhatikan juga nih, kita harus ingat betul pertanyaan kecut ini: "Sebenarnya itu cowoknya yang PHP atau emang ceweknya yang kegeeran?". Aduh, paling sakit deh kalo ditanya begitu haha. Jadi jangan dulu baper sama hal-hal manis yang dilakukan cowok kepadamu. Karena bisa jadi mereka hanya menganggap kita sebagai teman, sahabat, atau saudara. Bisa juga karena emang pada dasarnya cowok itu baik, supel, dan suka menolong. Jangan berharap sama manusia, nanti sakit hati.

Jadi apa nih yang harus cewek lakukan?

Stay cool, pura-pura aja gak terpengaruh. Aku bukan sedang mengajarkan kalian buat nggak peka, tapi selama si doi memang tidak memberikan kode yang jelas, ya abaikan saja. Anggap angin lalu. Dia baik, kita baik, masalah hubungan kita mau seperti apa ya terserah dia. Biar keliatan elegan juga, sis 😅😂

Terus tips buat cowok apa?

Jangan terlalu perhatian sama cewek, kasian kalau dia jadi ngarep haha. Atau kalian bisa dengan tegas menjelaskan bagaimana arah hubungan kalian sebenarnya. Jangan karena memang ceweknya respon, kalian main embat aja lantas mainin hatinya sekalian. Apalagi buat kalian cowok-cowok yang udah punya pasangan, jangan menyakiti kedua cewek itu, dosa.

Intinya, baper adalah hak setiap orang, dan tidak akan memberikan dosa selama dikelola dengan cara yang bijak dan elegan. Setiap cewek harus lihai menjaga hati, agar tidak terluka hanya karena baper pada orang yang salah. Sedangkan setiap cowok juga harus lihai mengelola rasa perhatiannya, jangan sampai tertumpah pada orang yang kurang tepat, karena bisa jadi kalian malah mendapat julukan jelek sebagai 'Tukang PHP yang brengsek'.

Ayolah, mari kita sama-sama gunakan rasio untuk mengartikan gelagat orang-orang di sekitar kita. Agar tidak salah sangka atau salah sikap.

Saran yang paling baik untuk mengatasinya: pintalah si doi pada yang punya_Tuhan. Karena sesempurna apapun si doi, kalau Tuhan mengijinkan, dia pasti bakalan jadi milik kamu seutuhnya. Ok, segitu aja. See you 😘

Sabtu, 06 Februari 2016

Menikmati Bandung dari Punclut

Punclut atau Puncak Ciumbuleuit merupakan sebuah dataran tinggi yang terletak di Bandung Utara, bisa ditempuh dari jalan Ledeng atau Dago.

Punclut adalah tempat yang pas untuk memandang Kota Kembang saat malam hari, dengan gemerlap lampu bak perhiasan-perhiasan mewah di dalam peti harta karun raksasa, mengagumkan!

Daerah Punclut terkenal dengan wisata kulinernya, yang menawarkan suasana lesehan sambil menyantap makanan khas Sunda. Yang menawarkan juga suasana hangat keluarga sambil memandang keindahan Bandung di bagian timur dan Lembang di bagian baratnya.

Bagiku Punclut bukan hanya sekedar lokasi geografis yang mengingatkan keindahan Bandung, tapi juga mengingatkan suasana diklat Jantera dan sesuatu yang lain.

sesuatu yang lain, yang biarlah tetap begini. Toh kami biasa saja 😏

Jumat, 5 Februari 2016.

Jumat, 15 Januari 2016

Wanita Ketiga

Wanita Ketiga adalah dia yang datang di tengah hubungan sepasang kekasih yang tengah retak, dengan sengaja ataupun tidak, untuk merebut ataupun bukan.

Wanita Ketiga selalu dipandang sebagai wanita yang kurang baik, bahkan terkesan jahat (secantik dan selugu bagaimanapun wajahnya, ia masih terpanggil sebagai nenek sihir tak berhati).

Kalau aku pikir-pikir: mencintai siapapun adalah hak semua wanita, tidak peduli pada pria beristri sekalipun. Cinta adalah salah satu hal yang tak bisa dikontrol kepada siapa dia akan berlabuh.

Bahkan beberapa wanita masih setia mencintai cinta pertamanya, walau pria itu telah memiliki istri dan anak sekalipun. Seperti Mama!

Lantas siapa yang harus tersalahkan saat Wanita Ketiga secara tidak sadar jatuh hati pada suami sahabatnya sendiri?

Menurutku, kita juga sebenarnya tidak berhak marah akan perasaan itu. Namun jika Wanita Ketiga telah melanggar norma ke-nurani-an, maka rasa marah itu akan terkesan wajar dan harus dilakukan (?) Ok, aku tidak ingin mendebat hal itu.

Hanya saja, aku memang ingin kita semua melihat sisi baik wanita ketiga. Bukan karena aku ingin jadi wanita ketiga, tapi aku hanya ingin kita menempatkan diri sebagai seorang manusia (juga sebagai seorang wanita).

Tidak ada yang salah dengan cinta, semua orang berhak mencintai siapapun yang dia mau, dengan status apapun. Begitu saja.

Jumat, 11 Desember 2015

Adam dan Rahasia Kecilnya

Seorang Adam mampu menyembunyikan perasaannya selama bertahun-tahun
Aku melihatnya! Dan itu benar.
Mereka benar-benar mampu melakukannya

Lantas apa yang salah dengan Sang Hawa?
Mereka malah sebaliknya

Hawa memiliki hati yang rapuh, hingga berpikir dia membutuhkan seseorang untuk berbagi
Sahabat biasanya!
Jadi lebih romantis siapa sekarang?

Tentu Sang Adam dan rahasia kecilnya
Namun sekecil apapun rahasia, dia tetap melemahkan dari dalam

Senin, 30 November 2015

Tentang Psikosomatis dan Penderitanya

Psikosomatis, adalah gangguan pikiran yang mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan fisik. Gangguan pikiran itu bisa berupa rasa cemas, kecewa, sakit hati, bahkan rindu.

Gangguan tersebut terjadi saat tubuh secara berlebihan memompa adrenalin ke dalam aliran darah.

Gejalanya bisa berupa mual, demam, panas dingin, lemas, bahkan meracau (yang semua itu sebenarnya adalah manifestasi dari kecemasan dalam otak).

Penyakit ini juga sering melanda mahasiswa-mahasiswa rantau, dan homesick menjadi alasan terkuatnya.

Ketika CPU dalam tubuh manusia mengalirkan energi negatif, maka metabolisme tubuh akan menurun dan menunjukan kelainan.

Aku tidak akan secara gamblang bilang 'rindu' itu negatif, tapi nyatanya seperti itu. Rindu, ingin pulang. Rindu bertengkar dengan adik bahkan bisa jadi penyebab psikosomatis juga. Asli✌

Solusi jitunya, seorang penderita psikosomatis hanya memerlukan orang untuk diajak ngobrol mengenai semua masalah yang sedang ia pikirkan, sampai ia merasa terbebas dari segala beban dan racauan tanpa kendali itu.
.
.
Tentang racauan dan nasihat yang menguap, tentang psikosomatis dan penderitanya. Tentang anak kos Negla, Ledeng, Gerum, Cilimus, Panorama, Cipaku, dan Gerlong.
.
.
Aku yang so' bijak ✌

Berpaling dari Masalah

Kamu tidak bisa lari dari masalah, karena ia menempel kuat pada hidupmu. Hanya sejenak kau mungkin bisa berpaling, maksudku: tidak mempedulikan kicauannya.

Berpaling tidak akan membuatmu jadi pengecut, setidaknya itu menunjukkan jika kamu butuh waktu untuk berpikir bagaimana pemecahannya.

Hidup dengan terus memecahkan masalah merupakan ciri seorang pemberani, betapa tidak? Dia jelas telah berani mendekati masalah sebagai tantangan hidupnya. Namun pemberani yang baik tentu akan menyelesaikan masalah itu dengan ikhlas dan bukan keluhan.

Ah, diri. Kau pintar sekali membolak-balikan kata namun action-nya tersendat-sendat. Harusnya kau jadi pengkhayal saja, menyendiri dan tidak usah membuat orang jengkel. Kau seperti Majnun yang disakiti kisah cintanya bersama Laila. Kau kosong, hanya terisi syair rindu tentang cinta dan kehidupan.
.
.
Senin, 30 November 2015 pukul 22.02 WIB
Kosan Baru, Negla Tengah yang pernah jadi sungai periodik.

Minggu, 29 November 2015

Homesick dan Keluarga Dingin

Fenomena 'indekos' memang sudah tidak aneh lagi di kalangan mahasiswa. Hal itu biasanya dilakukan saat jarak antara rumah dan kampus tidak bisa dijalani secara pulang pergi (komuter). Atau bisa juga dipilih sebagai alternatif untuk mempermudah mobilitas perkampusan.

Bagiku, ngekos juga merupakan salah satu cara untuk melatih kemandirian. Jauh dari orangtua, keluarga, dan teman rumah membuat mahasiswa mau tidak mau harus mencari keluarga dan teman baru di sekitar kampus (asal jangan cari orangtua baru aja) 😐😓

Karena terlepas dari pengawasan orangtua, indekos juga menawarkan sebuah 'kebebasan', dan aku sadari bahwa kontrol diri sangat diperlukan agar kita masih berada di koridor yang benar tanpa mengkhianati kepercayaan orangtua. Jujur, awalnya aku sangat menikmati kebebasan itu (menikmati masa dimana jauh dari orangtua memang memperluas gerakan dalam bermain dan berorganisasi). Tapi indekos juga sebenarnya tidak terlalu menyenangkan, berpenyakit. Iya, homesick!

Homesick adalah suatu keadaan dimana kita merasa rindu pada rumah, bukan pada atap atau dindingnya, tapi pada makhluk hidup di sekitarnya (orangtua, adik-kakak, teman, bahkan pada tukang gorengannya).

Homesick bisa mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis seseorang, beberapa penderitanya bahkan bisa sakit dan depresi. Beruntung kalau dia terlahir dari keluarga yang hangat, tinggal hubungi orang rumah langsung dan bilang rindu. Nah bagaimana dengan nasib orang yang terlahir di keluarga dingin? Mau bilang rindu, pada siapa?

Ok kita jelaskan terlebih dahulu, keluarga dingin adalah sejenis keluarga yang tercipta dari keadaan broken home atau semi broken home, sehingga kondisi rumah tercipta terlalu formal karena setiap anggota keluarganya merasa tidak wajib untuk menyatakan kasih sayangnya secara langsung. Keluarga dingin juga membentuk karakter yang dingin pada anggota keluarga, ketidak pedulian dan gengsi.

Seseorang yang dibesarkan di keluarga dingin akan cenderung memendam rasa rindu dan menumpuknya dalam hati. Merahasisakan dan mengecapnya seorang diri. Sehingga orang sejenis itu bisa jadi mati rasa akan rindu. Hidupnya kosong dan hambar. Beruntung jika dia punya pelampiasan ke arah positif, nah jika tidak? Itu mungkin salah satu alasan kenapa kita harus berusaha akrab pada siapapun, mungkin untuk mencegah seseorang merusak dirinya karena rindu (bisa jadi).

Dan.... Sudah ah, bingung.
.
.
.
Dariku, yang sedang rindu rumah.
Minggu, 29 November 2015 pukul 19:48 WIB.
Tertanda, Kosan Biru Hijau Negla Tengah.

Hasrat Mencintai ala Manusia

Mereka bilang, mencintai tidak harus memiliki. Tapi nyatanya, bukankah cinta (juga) harus diperjuangkan?

Memaksakan hati memang dilarang, apalagi untuk mencintai. Tapi kalau begitu, bagaimana mungkin manusia bisa bertahan dengan pasangannya selama berpuluh tahun? Apalagi menurut penelitian, cinta hanya bertahan selama 4 tahun pertama.

Memendam perasaan bisa dimaklumi saat Sang Waktu tidak berpihak. Lantas sampai kapan rahasia secara tidak sengaja (malah) menyakiti diri pemiliknya?

Menjadi penggemar nyata hanya akan menambah beban pada idolanya. Ah, yang benar saja. Bukankah pada hakikatnya setiap manusia ingin dicintai?

Untuk memiliki Arjuna, Srikandi bahkan merebutnya dari Subadra. Dengan sedikit arogansi dihadapan Larasati, dan harus puas dengan kekalahan.

Begitulah hasrat mencintai ala manusia, berkembang sesuai peri kemanusiaan yang sedikit cacat.

Namun apa arti semua tulisan ini, tidak ada. Aku akhirnya menulis hal yang semu kelak menguap.

Pandangan Menikah Ala Mahasiswa S3

Pagi yang kesiangan, lagi. Pandangan tentang menikah mahasiswa S3? Ayolah, sebenarnya judulnya itu Pandangan tentang menikah mahasiswa semester 3 😄😅✌

Ok, akhirnya kami sampai juga di penghujung semester 3. Masa dimana tenaga, pikiran, dan dompet terkuras untuk tugas-tugas dan praktikum, masa-masa sulit dimana hati merasa ingin menikah saja daripada nugas. Tapi benar kata Teh Meyda dalam dakwahnya kemarin siang dalam Geografi Islamic Fair 2015, menikah tidak segampang itu 😧😢

Menikah adalah satu proses penyatuan seorang perempuan dan laki-laki dimana mereka harus mengakui kekurangan masing-masing dan mencoba bertanggung jawab satu sama lain. Pandangan kita (si S3 yang sedang pusing dengan PJ, PSB, dan SMI serta acara-acara himpunan), menikah memang menyenangkan, tidak usah mengerjakan tugas kuliah (kalaupun ada, tinggal minta bantuan kepada pasangan kita). Tapi ternyata pandangan itu (katanya) terlalu sempit saudaraku 😐😓

Bagi perempuan, menikah adalah proses pengalihan bakti dari orangtua kepada suaminya. Sedangkan bagi laki-laki, menikah merupakan sebuah pengalihan tanggungjawab, dari ayah si istri kepadanya. Maka dari itu pernikahan digolongkan sebagai ujian dan keberkahan.

Di saat kita belum dipercaya Allah untuk menikah, maka kita berarti belum pantas diuji melalui pernikahan serta belum waktunya mendapat keberkahan dari sana.

Ujian dan keberkahan Allah bisa datang dalam bentuk apapun: kuliah, kerja, bahkan menganggur. Untuk mahasiswa S3 seperti kita, Allah jelas tengah menguji kita dengan perkuliahan (yang ekstrem seperti di Geografi) 😀😂. Allah hanya ingin kita meningkatkan kualitas diri terlebih dulu, sebelum bertemu jodoh yang (sepertinya) akan berkualitas juga (etdah, maunya). Satu tambah satu sama dengan dua, entah dalam bentuk:
(1+1=2)
(0,5+0,5)+1=2
atau
1+(0,3+0,7)=2

Balasan Allah akan setimpal dengan usaha kita. Maka dari itu, mahasiswa S3 yang baik hatinya (Mario Teguh mode on), mari kita berusaha kembali untuk menjadi pribadi yang berkualitas agar mendapat jodoh yang berkualitas. Menjadi pribadi yang ikhlas agar mendapat yang ikhlas. Jadi pribadi berpendidikan agar dapat yang berpendidikan.

Tenang, jodoh sudah diatur oleh-Nya dalam lauhul mahfudz bahkan sebelum kelahiran kita terjadi. Jangan takut kehabisan, kalaupun pacar kita ditikung teman (🙊) atau friendzone gak kunjung nembak (🙈), udah tinggalin aja! Masih banyak yang lebih baik 💪 Nikmati keadaan saat ini, tugas (kuliah atau organisasi) kali aja ujian itu membawa keberkahan (atau kalo Allah izinkan, bisa jadi bawa jodoh juga 👫).
.
.
Ayo semangat bertugas ria mahasiswa S3 (khususnya Geo 14) 😄😅
Cepetan kuliahnya, katanya mau cepat nikah 😏😯
.
.
Dariku, yang sedang berbicara pada diri sendiri.

Jumat, 27 November 2015

Tentang Hujan dan Para Pecinta

Hujan memiliki magis tersendiri untuk para pecinta, ada yang mencintai basahnya air hujan, ada yang mencintai gertakannya pada kaca bening, ada juga yang mencintai aroma tanah yang menyeruak saat terbasahi olehnya.

Hujan, kata yang selalu dijadikan alasan oleh para pecinta untuk mengenang seseorang di masa lalu. Alasan yang klise, tapi memang benar terjadi!

Hujan menjadi suatu kebahagiaan yang sederhana, dan alam dengan baik selalu menyediakannya.

Para pecinta hujan bukan orang yang aneh, hanya istimewa. Mereka bisa menemukan kebahagiaan dari hal-hal kecil. Lihat kan? Mereka (sedikit) keren, andai setiap manusia bisa seperti itu. Kuulangi, menemukan kebahagiaan dari hal-hal kecil.

Hujan juga mengingatkan kita pada kebebasan yang pernah kita genggam saat masih belia (bertubuh kecil dan berpikiran serampangan), masa kanak-kanak. Semua orang dewasa pasti pernah main hujan saat kecil, kebahagiaan sederhana yang terindukan.

Pada nyata kebahagiaan memang dibutuhkan untuk menghiasi hidup yang susah. Iya, hidup memang susah. Tapi masih lebih mending ketimbang tidak hidup sama sekali. Masalah memang banyak, tapi masih lebih mending daripada menjadi zombie (mayat hidup yang tidak pernah sibuk memikirkan masalah).

"Allah tidak akan menimpakan suatu musibah melebihi kemampuan umatnya"
.
.
.
Maafkan aku yang lancang mengatakan sesuatu yang masih kuingkari.

Selamat berbahagia, dariku yang belum selesai membaca novel "Perempuan Batu" karya Tariq Ali.

Jumat, 20 November 2015

Jangan Dekat, Nanti Cinta!

Jangan terlalu dekat dengan seseorang, nanti kamu cinta!

Iya, itu memang benar ternyata. Kedekatan membuat kita butuh, dan kebutuhan membuat kita cinta. Tak ingin lepas, tak ingin jauh.

Kedekatan itu bisa secara fisik atau psikis. Bisa saja, karena 12 hari bersama-sama siang malam, kamu jadi cinta. Atau bisa juga, karena kalian punya rahasia pribadi yang disimpan sama.

Entah, tapi jangan jadi pecundang juga ya. Jangan karena dekat dengan siapa pun kamu jadi baper pada siapa pun. Kasian orang itu, nanti jadi jahat karena perasaanmu.

Udah ah, capek.
(Jumat, 20 Nopember 2015. 23:21 WIB)

Senin, 22 Juni 2015

Geotrek

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting penentu masa depannya. Menurut Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 (1), pendidikan adalah: “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara”. 

Di balik definisi tersebut, pada intinya pemerintah dan masyarakat pastilah menginginkan terjalankannya suatu sistem pendidikan yang baik, sehingga akhirnya juga menghasilkan output yang baik pula. Namun pada prosesnya, seringkali pendidikan justru menjadi suatu hal yang dibenci dan dijauhi oleh anak-anak. Setidaknya sampai ini, pendidikan masih saja lekat dengan kesan membosankan, membingungkan, dan teoritis

Menurut Muhibbin Syah (2010: 129) ada tiga faktor yang akan mempengaruhi proses belajar peserta didik, yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar (approach to learning). Tidak jarang faktor tersebut datang secara bersamaan dalam bentuk negatif dan berdampak pada penurunan mood belajar peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan beberapa metode belajar yang lebih modern dan efektif. Salah satu diantaranya adalah diterapkannya metode PAKEM atau pembelajaran yang menekankan suasana kelas yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Saat metode ini diterapkan, posisi pendidik dan peserta didik tidak akan saling kaku dan pasif, kelas akan menjadi lebih hidup dan iklimnya akan membaik. Hingga hasil akhirnya adalah tercetaknya generasi terdidik yang aktif dan bahagia di dalam dunia akademis yang akan mereka jalani bertahun-tahun lamanya. 

Sedangkan pengertian geografi menurut Prof. Bintarto adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup serta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan. Dalam memahami mata pelajaran Geografi, peserta didik diharuskan memiliki pengetahuan keruangan yang cukup kuat, hal itu dikarenakan objek yang dipelajari oleh bidang ini adalah fenomena geosfera, yang mencakup lapisan tanah (lithosfer), lapisan udara (atmosfer), lapisan makhluk hidup (biosfer), lapisan air (hidrosfer) serta lapisan manusia (antroposfer). Kuantitas materi yang banyak dan abstrak membuat mata pelajaran ini terkesan  tidak menarik dan sulit dipahami. Hal itu bisa semakin diperparah jika guru yang mengajarkannya monoton, teoritis, dan tidak memiliki media pembelajaran yang cukup. 

Geotrek merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah pembelajaran membosankan yang dilekatkan pada Mata Pelajaran Geografi. Geotrek secara bahasa berasal dari kata geo (bumi) trekking (berjalan-jalan), atau istilah lainnya adalah suatu kegiatan alam bebas yang bertujuan untuk mengamati keanekaragaman di bumi melalui jalan-jalan santai dan menyenangkan. 

Geotrek memang belum se-kekinian kegiatan flying fox, namun para pelopornya masih tetap berusaha untuk memperkenalkannya kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas. Salah satu pelopor tersebut adalah Titi Bachtiar, seorang alumnus Pendidikan Geografi IKIP Bandung. Beliau aktif sebagai anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB), bersama teman-temannya beliau memperkenalkan geotrek sebagai salah satu upaya mengatasi kejenuhan dalam mempelajari geografi. Bukan hanya mengunjungi dan melihat keindahan suatu tempat, tapi geotrek juga berfungsi untuk mengenali suatu tempat dari sudut pandang geografinya. Misalnya saja geotrek mengunjungi Pantai Sawarna yang terletak di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Banten, selain mendapatkan suguhan pemandangan yang luar biasa indah, para peserta geotrek juga bisa mempelajari bagaimana pantai itu bisa terbentuk, batuan apa yang menyusunnya dan apa dampak adanya pantai tersebut bagi penduduk di sekitarnya. Contoh lainnya adalah perjalanan geotrek ke Gunung Tambora, selain keindahan alamnya, peserta geotrek juga bisa dikenalkan mengenai deskripsi fisik Gunung Tambora dan sejarah letusan dahsyatnya 200 tahun yang lalu. 

Dalam lingkup yang lebih luas, aktivitas geotrek juga bisa dipakai sebagai metode untuk mengaplikasikan butir pertama Sumpah Pemuda, yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia”. Sumpah itu secara jelas menggambarkan betapa pentingnya kita mempelajari dan mendalami ilmu geografi. Walaupun bukan sebagai seorang ahli, setidaknya kita bisa mengenali alam Indonesia dan menjaganya agar tidak direbut Negara tetangga. Disinilah akhirnya terlihat bahwa geotrek juga mampu menjadi salah satu alat sebagai penguat geostrategi politik Republik Indonesia. Menurut Dr. ganjar M. Ganeswara, M. Pd (2013: 159), geostrategi merupakan suatu strategi dalam memanfaatkan suatu konstelasi geografi Negara dalam menentukan kebijakan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional.
Metode PAKEM dalam geotrek bisa diamati dari karakteristik tercapainya empat indikator dengan baik, yakni indikator mengalami, komunikasi, interaksi dan refleksi. 

Dalam metode PAKEM, peserta didik diharuskan mengalami materi belajar secara langsung. Hal itu sangat baik demi meningkatkan pemahamannya terhadap materi tersebut, cara mengalami yang baik itu bisa diwujudkan dengan pengamatan, percobaan, penyidikan dan wawancara. Karena geotrek merupakan aktivitas yang membutuhkan panca indera secara langsung, maka aspek mengalami ini bisa terkesan lebih mendalam karena terwujud melalui pengalaman berkunjung ke suatu tempat. 

Setelah melakukan geotrek ke suatu tempat, peserta didik juga akan mampu mengkomunikasikan hasil pengamatannya, baik berupa mengemukakan pendapat, presentasi laporan, pemajangan hasil kerja, ataupun ungkap gagasan. Semua aktivitas tersebut akan lebih menarik karena peserta didik mengalaminya secara langsung, sehingga bahasannya akan tersampaikan dengan cukup baik dan antusiasme yang tinggi dari pembicara. 

Interaksi dalam geotrek terwujud melalui diskusi dan tanya jawab mengenai tempat yang telah dikunjungi. Misalnya setelah melakukan geotrek ke Gunung Tambora, pendidik bisa saja melakukan diskusi dan tanya jawab di kelasnya mengenai letusan Tambora pada 11 s.d 12 April 1815 dan bagaiman dampaknya terhadap kehidupan manusia kala itu, serta bagaimana keadaannya saat ini. 

Kepekaan peserta didik terhadap daerah yang dikunjunginya bisa saja didapat dengan kegiatan refleksi, mereka bisa mengemukakan apa saja kekurangan dan kelebihan tempat yang mereka kunjungi. Selain sebagai metode mengembangkan pemikiran yang kritis, hal ini juga dimaksudkan agar peserta didik bisa mengenali Indonesia dari hal yang terkecil sekalipun. Refleksi ini mampu mencetak generasi yang visioner and planner. 

Potensi pengembangan geotrek memang cukup menjanjikan, animo masyarakat terhadapnya juga sangat baik. Sangatlah pantas jika animo itu ditanggapi oleh pemerintah dengan anjuran tersurat agar geotrek dimasukan ke dalam metode pembelajaran Mata Pelajaran Geografi. Selain membuat pembelajaran lebih menarik karena mengandung unsur PAKEM yang menekankan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, geotrek juga mampu meningkatkan jiwa nasionalisme peserta didik. Sudah selayaknya anak-anak kita mengenali Negaranya terlebih dahulu, agar mereka memiliki kecintaan terhadap bangsanya sendiri di era globalisasi yang menghilangkan sekat-sekat dunia ini. 

Tadaaaa, tumben banget ini tangan bisa ngetik serius -,-‘