Tampilkan postingan dengan label Angin dan Dandelion Liar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Angin dan Dandelion Liar. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2016

Andai...

http://static.tumblr.com/rdea3mj/jBRltz1ge/tumblr_lrt1ssbl8c1qmscxso1_500.jpg
Andai kita bisa membaca pikiran orang yang kita sayang, atau pikiran kita bisa terbaca orang yang kita sayang. Mungkin semua akan lebih mudah, tidak akan ada lagi omong kosong yang harus terlontar ke dunia. Ah iya, dunia mungkin juga sudah sangat bosan mendengar rayuan cinta dari segala zaman, jadi bisakah kita bercengkrama melalui tatapan mata yang tulus saja?

Andai iya, mungkin takkan pernah ada lagi sosok sepertiku dan dia, yang secara diam-diam mengisi blog-nya dengan puisi-puisi kerinduan yang tak terucap, puisi yang tercekat di kerongkongan dan tak berkesempatan untuk tersampaikan.
Andai....

Untuk Diriku di Masa Depan

http://www.slopemedia.org/wp-content/uploads/2015/10/large.jpg
Diriku....
beberapa jam, hari, bulan, atau tahun yang akan datang.

Jadilah kau manusia yang bermanfaat bagi sesama, yang tulus membagi tawa, yang mendamaikan salah satu Adam yang tlah ditakdirkan Tuhan untuk menghabiskan hidup bersamanya.

Diriku....
beberapa jam, hari, bulan, atau tahun yang akan datang.
Jadilah kau manusia yang tidak membenci hidupnya, yang bersyukur, yang akan bangkit saat terjatuh, yang kuat menopang semangat keluarga kecilnya.

Terlalu Peka pada Karakter

http://41.media.tumblr.com/07eb7a9d4a8a3a2cd0b67647ae13db03/tumblr_mpocuxkSdK1szgjvmo1_500.jpg
Jangan terlalu peka pada karakter orang-orang di sekitarmu, itupun kalau hatimu tidak mau menyakiti atau tersakiti.

....awas terlalu mengenal karakter yang buruk, nanti kau membenci, lantas menyebar luaskan keburukan karakter itu ke khalayak ramai. Awas menyakiti,

....awas pula terlalu mengenal karakter yang baik nan istimewa, nanti kamu suka, urusan akan jadi rumit, apalagi kalau ora g itu tidak memiliki perasaan yang sama. Awas tersakiti.
Ah dunia, elegi yang menggelikan.

Perlahan Hilang

http://s6.favim.com/orig/140423/anime-cry-girl-prison-Favim.com-1695367.png
Petang ini, aku tlah kehabisan kata untuk diucapkan. Aku tlah kehilangan rasa untuk membayangkan lantas meneriakkan namamu dalam barisan huruf yang tergabung dalam kalimat rindu yang memabukkan.
Iya, perlahan kau menghilang, dari sudut hati yang mencinta tulus.

Pesan Cermin

http://www.loverofsadness.net/LOS/images/gallery/main/bd/1543_9e8bde69f954c7d306121a9e84169acc.jpg
Gadis kecil....
Kalau ingin menghilang, menghilanglah sekalian. Jangan ragu akan sebuah keputusan yang telah kau teriakkan di depan dunia, itu buruk, hanya akan menurunkan rasa percaya mereka kepadamu.

Gadis kecil....
Belajarlah untuk terbiasa dengan skenario merah jambu khas remaja-remaja labil. Skenario antara suka, benci, serta rasa lainnya yang bercampur memaniskan dan memahitkan hidup. Jadilah aktris yang elegan, yang bertahan dengan prinsip dan keanggunannya. 

Gadis kecil....
Kembalilah ke kamarmu, lanjutkan mimpi kemarin. Tutup telinga, lupakan skenario merah jambu yang belum mampu kau mengerti. Lupakan saja dia.
Tertanda, aku.

Sabtu, 14 Mei 2016

Wacana Negeri

http://unycommunity.com/wp-content/uploads/2016/01/alat-tulis.jpg
Mahasiswa itu harusnya berkarya, sesuai atau tidak sesuai dengan bidang yang tengah ia pelajari. Tapi itu katanya, kata mereka, kata orang-orang bijak.
Dan aku masih bingung dengan pikiranku sendiri, apa yang sudah aku sumbangkan kepada negeri ini?
Ah iya, itu yang seharusnya kita semua tanyakan pada diri kita. Tentang sebuah kewajiban yang sering ditutupi hak. Tentang pengorbanan yang sering terlupakan ego.

Perjodohan yang Ia Kehendaki

http://kartun.co/wp-content/uploads/2014/02/gambar-kartun-hitam-putih-muslim-pasangan-201x250.jpg
Jodoh dan perjodohan yang diskenariokan Tuhan itu unik. Bisa jadi kita berjodoh dengan orang yang tinggal di tempat yang jauh, berbeda pulau bahkan benua. Atau, bisa jadi sangat dekat, depan rumah misalnya (?)
....tapi perjodohan yang indah adalah perjodohan yang Ia kehendaki, yang terhalang hijab namun terbingkai mutiara hikmah.
Ah sial, aku hanya pandai bercuap, belum bisa menerapkannya ke dalam sendi-sendi kehidupanku.
Ah iya, sudahlah.

Rabu, 04 Mei 2016

Proposal Cinta Untuk Tulang Rusuk

http://tenmienmienphi.co/wp-content/uploads/2014/06/summer_stuff_by_syfArt.jpg
Terinspirasi dari Si Jeruk Nipis dan satu orang lainnya, yang sedang berusaha membuat proposal untuk diserahkan kepada dua wanita yang mereka anggap layak.Iya, wanita yang seperti itu.

Aih, tanganku jadi gatal untuk menulis, tentang sebuah proposal cinta yang nantinya akan kuserahkan kepada seseorang yang layak pula. Biar, tidak apa-apa kalau harus aku yang meminta, toh aku sadar diri kalau tidak lebih baik dibandingkan sosok seperti itu.
 
Oke, ayo kita mulai.

Proposal Cinta untuk Kekasihku, atas dasar cinta dari-Nya.

Selamat malam, pagi, siang, atau mungkin senja. Selamat membaca tulisan aneh dari seorang sarjana Universitas Utrecht, selamat mengenali gadis yang banyak memiliki noda di kanvas kehidupannya ini.

Salam kenal, atau mungkin kita sudah kenal? Ah iya, anggap saja belum. Karena sampai tulisan ini diposting, aku belum tahu siapa dan dimana kau berada, aku juga belum tahu siapa namamu. Jadi biarkan saja, anggap saat menulis surat ini aku tidak mengenalmu.

Ah iya, aku perkenalkan sosok yang dengan tidak tahu malu menulis proposal ini untukmu. Namanya Lutvia Resta Setyawati, seorang manusia, wanita, dan barusan habis minum dari gelas plastik warna hijau.

Aku lahir di Sukabumi, bukan di Bandung atau di Malang. Tepatnya di rumah tanpa jendela, di Parungkuda sana. Berbicara tentang rumah, rumahku memang unik. Ada satu sudut yang sengaja ayah siapkan tanpa jendela, biar anak-anaknya tidak kekurangan sinar matahari, biar kita sadar dunia ini luas, mungkin.

Aku merantau, tidak sengaja, soalnya harus kuliah di Kota Kembang, kalau bolak-balik ke Sukabumi nanti capek, nanti bangkrut. Merantaunya di Bandung, di Negla Tengah, kosannya deket sekretariat Jantera (Perhimpunan Pecinta Alam Geografi UPI). Itu juga yang jadi alasan kuat kenapa aku selalu senang keluar malam, tapi tenang, aku bukan cewek nakal, gak ada yang ngajarin.

Aku lahir di bulan Februari, tanggal 26, tahun 1996. Masih 'bodoh' ketika menulis surat ini, apalagi soal cinta, kata orang sih, tapi aku gak percaya, eh terserah mereka deh.

Kuliahnya di UPI, Universitas Pendidikan punya Indonesia, Departemen Pendidikan Geografi, 2014. Lalu lanjut studi ke Belanda, ke Utrecht University. Walaupun pas nulis proposal ini aku masih di UPI, semoga pas kamu baca aku udah lulus dari Utrecht ya.

Ah iya, aku senang menulis, tentang apapun, apalagi tentang kamu dan dia-dia yang sempat singgah di hati. Maklum, aku masih remaja, yang alay, dan senang nulis puisi.

(to be continue…)
Aku bosan, kuliahnya gak jadi terus. Nanti aku lanjut kalau udah inget jalan ceritanya ya :)

Minggu, 01 Mei 2016

...berikan dia Permen Bulan Mei

http://www.satutiga.co/wp-content/uploads/2015/04/bahan-permen.jpgSalah satu saudaraku pernah bilang,
"Dalam banyak kasus merah jambu, di rumah kita, pihak perempuan adalah tersangka utama yang layak mendapat hukuman".
Dalam hati aku tersenyum, berharap tidak pernah mengerti. Namun sayang, sekarang aku mengerti semua makna yang tersirat dalam kata-kata itu.
Ah iya, ini Mei. Bulan baru, hidup baru, tapi puisi yang klise.
Aku rindu, sedikit, eh banyak.
Datanglah pada gadis kecil ini, berikan dia Permen Bulan Mei yang manis. Tapi jangan biang gula, nanti dia sakit lagi.
Sekian.

Sabtu, 30 April 2016

Simfoni Hitam

https://tiarait.files.wordpress.com/2013/03/broken-piano-keys.jpg.......
Tlah kunyanyikan alunan-alunan senduku
Tlah kubisikkan cerita-cerita gelapku
Tlah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa kutakkan bisa sentuh hatimu?
Tak bisakah kau
Sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu
.......

Anak Kecil yang Kekanak-kanakan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6QtRXMedt43fffrjFtoJ_oN8kpHRuHvlS4ReXfoG7TG2UmacOkBMWlPCvmw2RJ5xnhCkDFaaad76Gc_VtN5rdXd0nGd_u3uNfdKTwuS32S_tmfqq6vEH83StUhLTtRAfDu8stJBHDC8uM/s640/hime.pngCaci saja aku yang tidak tahu malu ini, caci saja anak kecil yang sedang belajar cinta pada raksasa merah jambu ini. Caci saja, aku juga tidak akan peduli.
Hei kau yang barusan kudengar lagi cela sikapnya. Aku bisa apa jika rasa rindu kepadamu ternyata lebih besar dari rasa benciku. Aku bisa apa selain harus menyerah menjadi pecundang lugu tak berasio.
Ah sial, mereka benar. Aku anak kecil yang kekanak-kanakan.

Senin, 25 April 2016

Jangan Merasa Dikejar

http://i.imgur.com/TXbDnFL.jpgJadi jangan merasa dikejar, aku tidak sedang mengejar.
Siang tetap memenangkan semua logika, dan malam memenangkan hati.
Biarkan aku menjadi kuat di depan mereka, sedang melemah di tengah gelap.
Jadi jangan merasa dikejar, aku tidak akan mengejar.

Jumat, 22 April 2016

Tidak Berguna.

https://woodxxx.files.wordpress.com/2013/09/sad-anime-title.jpg
Terkadang aku merasa sangat ingin membencimu, tapi tak pernah bisa.
Kau bagai racun yang sudah kepalang mengendap di sela-sela otakku.
Menanamkan kepercayaan yang terlampau besar hingga aku lemah.
Tapi tenang, aku tidak akan lagi sebodoh kemarin, tidak akan lagi kutunjukkan semuanya di depanmu.
Tidak berguna.

Kamis, 21 April 2016

Bagaimana?

https://i.ytimg.com/vi/t_UVa1br8yI/hqdefault.jpg 
Kemudian bagaimana denganku yang sudah terlanjur cinta?
Bagaimana juga denganmu yang sudah terlanjur pergi?
Dia yang membolak-balikan hati, tapi tetap kita yang menjadi penyebabnya.
Jadi biarkan waktu yang 'kan menjawab semuanya.

Rabu, 20 April 2016

Menunduk Saja

http://www.animeblogreviews.com/wp-content/uploads/2013/04/Screen-Shot-2013-05-04-at-11.11.05-AM.png 
Saat mereka berusaha membicarakan kebenaran yang kabur, aku hanya bisa menunduk, dan diam.
Merasa jenuh untuk mengingatkan, atau aku saja yang salah mengartikan semuanya?
Aku berpikir tentang kekerasan pandangan mereka, atau aku yang terlalu keras?
Entah, terimakasih dan maafkan aku.

Surat Merah 'darah'


http://41.media.tumblr.com/94533902c3ec91d8cc6c70d5a99bba12/tumblr_n0bwzfLEuP1t4urfuo1_500.jpg
Jangan keras, nanti pecah.
Jangan tajam, nanti melukai.
Jangan lunak, nanti terinjak.
Jangan liar, nanti ditinggal.
Jangan patuh, nanti terkekang.
Jangan dengar, aku berdusta.
Jangan tuli, aku benar.

Senin, 18 April 2016

Semakin Kotor

http://www.hereisfree.com/content1//pic/small/2008123235823703778053.jpg Kupikir, hati dan lidahku semakin kotor saja.
Sejak sore itu, sejak perpisahan dan pertemuan yang tidak pernah terhendaki ini.
Kebencian membuatku semakin jahat, kekesalan juga.
Aku hilang, dari diriku yang dulu.
Ah sial, benar saja!
Aku menghilangkan diriku di bawah bayangan gelapmu.

Jangan Lari dari Masalah

https://scontent.cdninstagram.com/hphotos-xaf1/t51.2885-15/e15/11272045_468148510019386_982069087_n.jpg 
Jangan lari dari masalah gadis kecil
Itu tidak akan meringankan apapun
Bahkan hanya akan menambah kotormu
Jangan buat mereka semakin kecewa dengan keterlambatan dan janji manis
Jangan jadi pengecut, dan berhentilah mengeluh.

Kesalahan yang Manis

https://pixabay.com/static/uploads/photo/2015/10/16/01/25/child-990368_960_720.jpgSebuah kesalahan yang manis ketika aku mencintaimu terlalu pagi
di tengah udara yang berbau basah.
Sebuah kesalahan juga disaat aku menaruh dandelion di keranjang sepedamu 
ternyata dandelion itu terlalu kering
hingga rapuh dan memiliki kelopak yang mudah lepas.
(Seribu Hari Menanti Hujan - H219)

Jumat, 15 April 2016

Raja dan Hareem Tiaranya

Duhai Raja yang baik hatinya, berdirilah dengan tegap di atas singgasana tertinggimu.
Perhatikan dengan seksama setiap jiwa yang membutuhkan tangan halus dan tangan besimu.
Kesampingkan semua ego dan kecintaanmu terhadap tiara.
Jangan jadikan istana megahmu sebagai hareem abstrak yang haus cinta dan bergelimang emosi merah yang kabur.
Jangan jadikan kami sebagai penonton yang kemudian memuntahkan semua tontonannya karena kecewa.
Lantas jangan jadikan tiara-tiara itu sebagai penghias yang layak kau banggakan di hadapan raja yang lain.
Karena seorang raja memang tidak layak memamerkan tiara-tiaranya bukan?
Mereka hanya layak memiliki dan menjaganya dengan baik, bahkan kalau perlu hingga seisi dunia tidak pernah tahu seberapa banyak tiara yang mereka miliki.
Aduh Raja yang terpleset di lembah Jayagiri, lipatlah kedua lenganmu di dada lantas senandungkan lagu sederhana di setiap pelosok negeri.
Jangan tampakkan untaian tiaramu dengan tenang, nanti kau bisa mati karena keangkuhan.