Gardajita Gaota Sadara,
Minggu, 15 Mei 2016
Surat untuk Kakak,
Gardajita Gaota Sadara,
Selasa, 03 Mei 2016
Ada Hantu di Rumahku
Teruntuk saudara dan temanku, aku pikir kalian akan marah jika tau apa maksud tulisan yang kubuat di tengah pagi (menuju jam kuliah) ini.
Maaf, tapi aku hanya takut hantu itu menggentayangi kalian dengan menyeramkan. Aku takut dia puas, lantas mencari mangsa baru untuk ditakuti.
Ah iya, ada hantu di rumahku. Kuharap ayah akan melindungi kami dari hantu itu. Melindungi putra-putrinya dari kejahilan si hantu yang seringkali tidak berhati di tengah malam yang sunyi.
Jumat, 29 April 2016
Bunga Putih
(Tapi kamu jangan percaya, aku juga tidak yakin)
Rabu, 27 April 2016
Surat Cinta untuk Suamiku
Surat untuk Anakku
Jumat, 22 April 2016
Gadis dengan Pipi Merona
Dia yang tidak bisa kuceritakan tentang semua itu.
Dia yang selalu merasa senang ketika ada di dekat pria itu, tapi si pria tidak.
Senin, 04 April 2016
Minggu, 03 April 2016
Surat untuk Annisa
Ini sebuah surat, kukira, ditujukan untuk seseorang yang sedang menantikan cinta, panggil saja Annisa, artinya wanita dalam bahasa Arab
.
.
.
Namanya dia, bukan Annisa (karena itu samaran), lahir di Bandung pada 24 Juni 1997, seorang manusia, wanita.
Dia adalah sosok inspiratif yang layak dicontoh, bukan tulisan tangannya karena tidak akan ada yang bisa sama persis, tapi kebaikan hatinya.
Aku sedikit terharu dengan sikapnya, eh banyak. Ketika dia mendengar keluhan sahabatnya tentang hidup dan segala kejahatannya, dia turut menangis, spontan, merasa gagal menjadi seorang sahabat_karena tidak bisa menjaga sahabatnya dari hidup dan segala kejahatannya.
Dia baik, sangat. Maka kumohon semoga Tuhan memberinya sosok pelindung yang baik hati dan baik sikap, sosok yang akan membawanya ke surga, sosok yang juga akan membawa anak-anaknya kesana, bersama-sama.
Dia sahabat yang tulus, sangat. Yang menginginkan persahabatan hingga ke alam akhirat. Yang selalu mencoba untuk saling membantu di alam Barzah, Mizan, Mahsyar, dan sejenisnya.
Maka semoga Tuhan juga menjaganya dari hidup dan segala kejahatannya.
Semoga doa yang ini juga sederhana Tuhan, tetapkanlah hatinya selalu membumi, sedang mimpinya selalu melangit.
Semoga bahagia, semoga bersedih, semoga ikhlas selalu ada diantara keduanya.
Salam, sahabat yang kau tangisi kemarin siang.
(esa dengan huruf kecil)
Sabtu, 02 April 2016
Surat untuk Teman
Selamat malam, teman....
Boleh kupanggil demikian? Aku ingin berteman denganmu, berperan sebagai sosok yang bisa dipercaya kata-katanya.
Teman, boleh kutitipkan apa yang tidak selayaknya aku titipkan?
Aku titip dia, yang walau bukan milikku tapi aku sayang.
Titip dan bantu dia berjalan di jalan yang penuh kebahagiaan dan tidak fana.
Bantu dia melewati hari dengan tawa dan senyuman.
Aku titip, karena aku tidak pernah berhak mengawasinya dari dekat.
Aku pergi, dari sisi yang ini.
Untuk kemudian kembali dari sisi lain yang lebih layak.
Terima kasih, teman.
Sampaikan salamku untuknya, bilang aku rindu, sedikit.
Rabu, 23 Maret 2016
Byba.
Aku berbaring santai, menatap lambang itu dengan tatapan kagum_berulang kali tanpa jenuh. Lambang segi lima yang ditembus dengan sebuah panah putih yang berani
....lambang salah satu organisasi pecinta alam tertua yang ada di kampusku.
Seperti yang pernah kukatakan, dia adalah rumah, yang terindukan ketika jauh dari Bandung.
Berdiri 39 tahun yang lalu, dengan ratusan anggota yang terikat secara emosional menjadi kakak-adik ketemu gede yang solid dan hangat.
Aku bangga berperan sebagai anggota keluarga-nya, senang memiliki mereka di tanah rantau
....bukan hanya rumah untuk yang haus suasana keluarga, dia juga rumah untuk berkarya_apalagi dalam hal tulis-menulis dan film pendek bergenre lingkungan atau aktivitas minat khusus.
Sekali lagi, aku bangga berperan sebagai anggota keluarga-nya.
Sebagian, bahkan banyak orang menganggap jika Mahasiswa Pecinta Alam adalah mereka yang urakan_jarang mandi dan kucel,
....tapi disini tidak. Mungkin karena tuntutan jurusan atau karena perkembangan zaman, kami tidak banyak berbeda dengan mahasiswa lain dari segi fisik_tapi tidak pola pikir
....pendidikan dasar yang diterapkan dengan sistem yang keras dan ketat akan membentuk pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi persoalan hidup.
Kami bahkan diajari langsung oleh alam mengenai bagaimana manisnya perjuangan dan doa. Lantas bagaimana merasa dekat dengan-Nya ketika melihat secara langsung laboratorium alam yang maha besar nan indah ini.
Seperti yang pernah kukatakan, dia adalah rumah, yang terindukan ketika jauh dari Bandung.
Ah iya, disini pula aku bertemu dengannya, dari bawah organisasi yang sama: di bawah cahaya segi lima berpanah putih.
Namanya byba, mahasiswa tingkat sekian yang secara tidak sengaja dekat denganku sebagai kakak terbaik. Jangan katakan ini friendzone, karena bukan. Jangan juga sebut ini brotherzone, karena bukan.
Sebut saja ini twilight zone, anggap saja demikian. Biar temaram, kabur, dan sedikit tenang.
Aku pertama kali bertemu dengannya di taman kampus, masa Penerimaan Mahasiswa Baru. Kebetulan, dia tengah bertugas sebagai kakak pembimbing selama masa kaderisasi
....berdarah Ciamis dan Belanda. Senang menelusur dan memetakan gua, juga Rock Climbing dan Canyonning (menuruni air terjun dengan tali kernmantel).
Bagiku byba adalah candu, yang tengah kuputus pengaruhnya.
Biar tidak sakit, biar dia bahagia.
Aku, lagi.
Namaku esa, jangan pake huruf besar, biar sedikit sadar mengenai arti kesederhanaan
....gadis usia 20 yang senang menulis catatan di blog lantas mempublikasikannya secara terang-terangan atau diam-diam.
Aku mahasiswi tingkat dua di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bandung, sedang dalam masa pencarian jati diri_seperti yang mereka bilang.
Kebiasaanku sederhana, semenjak menjadi salah satu anggota pecinta alam, aku berubah menjadi gadis yang tidak senang berjamur di kosan, malah lebih senang tertawa riang di bangunan berlantai empat_yang sebenarnya sekre tapi selalu kusebut rumah.
Kalau sedang tidak ada kuliah, aku juga senang duduk-duduk santai di depan fakultas, tepatnya di bawah pohon alpukat dewasa yang sudah lama malas berbuah. Disampingnya juga ada pohon jambu dan beberapa semak, cukup efektif untuk sedikit bersembunyi dari tatapan mata dosen yang melintas.
Duduknya bareng-bareng, banyakan_sambil tertawa dan bercanda, kadang juga sambil diskusi tentang hal-hal serius yang sedikit intelek. Tempat duduknya beragam: kursi tembok, lantai kotor, batu besar yang berada tepat di bawah semak, atau di hamoock yang dipasang khusus kalau sedang ingin.
Bagiku menulis adalah sebuah kebiasaan lain yang menyenangkan, candu. Dan setiap penulis harus memiliki subjek tulisan dan genre cerita. Maka yang tertulis disini adalah subjek dan genre yang dipilih sesuai kata hati.
Aku menyukai keju, yang unik. Menyukai senja, yang cantik. Lantas menyukainya, yang menarik.
Lupakan.
Kamis, 17 Maret 2016
Teruntuk Ceu Bancet
Dia perempuan, tapi sering terpanggil sebagai Ceu Bancet, terinspirasi oleh binatang yang selalu ia sebut kalau sedang sedih atau marah. Bancet adalah anak katak yang masih orok.
Ceu Bancet seperti bank data, yang menyimpan banyak rahasia, mengenai aku dan segala hal yang sempat terpikirkan.
Ceu Bancet yang setia menunggunya, pria tinggi kurus yang dinginnya sedingin es, dan juteknya menggemaskan.
Ceu Bancet yang senang memperhatikan foto orang, lantas membuat sketsa, dan menghadiahkannya di hari kelahiran mereka.
Ceu Bancet yang senang menari, berjualan cibay, dan berpetualang naik beberapa gunung sama abang dan kawan-kawannya.
Ceu Bancet, terima kasih karena sudah terlalu sering mendengarkan. Semoga Tuhan memberi jalan kehidupan yang lebih baik dari jalan hidup ibu kita. Semoga berbahagia dengan penantian akan jodoh yang halal, semoga setia mendekatiNya.
Dariku, yang sedang mager.
Surat untuk Mamah
Mah, tekstur tampias air di kamarku semakin kompleks. Bau novel juga semakin kuat. Tapi sayangnya rasa rindu kepadamu justru seakan memudar.
Mah, aku takut. Takut menjadi orang yang keras hati dan buta akan kebajikan. Aku takut memasukan kalian ke api yang berkobar, aku takut demikian.
Tapi maaf, Mah. Aku masih senang berbicara, niatku hanya sebatas lisan bergerak. Masih belum kaffah dalam bertindak.
Mah, doakan aku menjadi manusia yang mudah menangis, bukan karena cinta kepadanya, tapi cinta kepada-Nya.
Semoga Ia selalu memberimu bahagia, walau dalam malam yang sangat hening.
Senin, 14 Maret 2016
Surat Untuk Si Jeruk Nipis
Surat untuk saudaraku yang sedikit kecut, untung tidak sedingin Tropus dan tidak sepanas Angin.
Hei, sudah baikan? 😀😂🙋✌
Ini surat pertama loh, di Bulan Maret Sehabis Hujan.
Terkadang cinta itu terkesan salah alamat yah, bisa jadi:
kita mencinta orang yang tepat di waktu yang tidak tepat,
atau mencinta orang yang tidak tepat di waktu yang tepat,
atau mencinta orang yang tidak tepat di waktu yang juga tidak tepat
bahkan mencinta orang yang tepat di waktu yang tepat juga bisa terkesan salah
Pusing? Aku juga.
Sepertinya Tuhan sengaja menempatkan manusia di posisi seperti itu, sepertinya Tuhan tengah menguji seberapa cepat kita mengatasi masalah yang timbul dari semua ketidaktepatan itu. Mungkin.
Ok, jadi maksud tulisan ini apa Sa?
Bentar, aku sebenarnya juga bingung. Intinya adalah semoga besok masih bisa berbahagia, saudaraku.
Aku tidak bisa memerintahkan kalian untuk memaafkan atau membenci seorang, dua orang, atau banyak orang yang sedang bertingkah (sedikit) menyebalkan.
Aku juga tidak bisa menyihir kalian untuk bersikap biasa.
Baiklah, aku ternyata tidak bisa melakukan apa-apa di tengah kerumitan kisah kalian. Aku bahkan tidak bisa berbicara hal yang solutif, hanya bisa melihat dan berusaha mendengarkan.
Semoga Tuhan memberi kalian hati yang lapang, untuk memahami setiap hal baik yang terselip dari kejadian beberapa menit lalu.
Anggap saja mereka terlalu cinta hingga salah tingkah begitu, maklum orang yang dibuai cinta memang tidak bisa berpikir jernih kan?
Atau anggap mereka so' tau, maka tertawakan saja.
Yang jelas, biarkanlah malam ini jadi malam termenyebalkan untukmu.
Tapi besok jangan.
Jangan kalah dengan hal sesepele itu, tunjukan kalau kamu orang yang tiis. Yang tidak akan terpengaruh sama usilan-usilan seperti itu.
Jeruk nipis sepertimu layak menjadi sarkastik, seperti biasanya.
Jadi, sekali lagi_semoga berbahagia. Semoga besok matahari memberimu semangat yang lebih banyak untuk tidak memikirkan hal-hal tidak berguna seperti itu.
Kau harus memikirkan masa depan bangsa, anak muda. Ingat kata-kata kemarin malam 😀😂
Jaga ibu, bapak, sama adik.
Jadilah kriteria paling maksimal buat orangtua dan kriteria paling minimal buat adik. Terakhir, jangan kalah dengan keadaan.
Salam, dari kosan Bapak Ohing.
Saudaramu, yang NTA-nya lebih kecil dari kalian (pede, ampuni ✌)
"Maaf, aku mencintai saudaramu"
Teruntuk tiga kakak tersayang, yang tersebut sebagai orang yang usil bersilat lidah.
Tiga kakak tersayang, semalam aku memohon maaf, atas kesalahanku terlalu menyukai saudaramu.
Teruntuk tiga kakak tersayang, coba tunjukkan bagaimana harusnya aku bersikap? Tentang penataan hati yang terbiasa bermanja diri.
Tiga kakak tersayang, aku sedikit kesal tapi juga bangga. Aku bangga dia memiliki saudara seperti kalian, yang mencintai dengan sangat, hingga berlaku selektif terhadap orang-orang yang terduga sebagai penggemarnya.
Teruntuk tiga kakak tersayang, aku menyerah. Menyerah membuat kalian khawatir, menyerah membuat kalian berdosa karena harus menggunjingku dan menyudutkannya.
Tiga kakak tersayang, terlalu menyukainya adalah murni kesalahanku. Maka ayo kita hentikan, akan kuikuti aturan khusus yang kalian tegakkan tanpa sepengetahuanku, ayo berhenti membuat hubungan kami menjadi risih.
Teruntuk tiga kakak tersayang, walau itu semua nampak sepele, tapi jelas memercikkan dosa. Maka akhiri saja :)
Salam, adikmu.
Sabtu, 12 Maret 2016
Surat untuk Kekasihku
Fatih kekasihku, hari ini malam berjalan dengan sangat lambat dan melelahkan. Menghilangkan sedikit kesadaranku mengenai bedanya kenyataan dan harapan, menipiskan keduanya hingga tampak menyatu dan berkawan. Padahal tidak!
Fatih kekasihku, bolehkah kusebut begitu? Kalau pun bukan, biarkan hanya aku yang menganggapmu sebagai kekasih, kau tidak usah. Aku tidak terlalu mengharapkannya!
Fatih kekasihku, bolehkah aku merasa sangat rindu pada pria yang selalu berada tepat di hadapanku?
Fatih kekasihku, kemarin aku mendapat kabar dari angin jika Seno Gumira dengan gagah mencuri senja dan menyembunyikannya selama 10 tahun demi pacarnya yang sudah menikah.
Bolehkah kulakukan hal yang sama untukmu?
Mencuri senja mereka lantas membingkainya hanya untuk kesenanganmu.
Apa aku terlalu jahat?
Maaf, aku lupa kalau kau tidak pernah mengajarkanku demikian.
Maaf juga karena aku terlalu dibuai cinta hingga terlupa apa yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan.
Fatih kekasihku, ayo tetap seperti ini. Mengasihi dalam dingin dan kelam. Mengasihi di balik diam, di belakang mereka semua. Mengasihi berdua saja.
Aku tidak apa, asal masih bisa tertawa lepas_itu sudah sangat cukup.
Iya, aku tidak ingin mereka terlalu melebihkan suasana dan memberi noda hitam di atas nama indah kita.
Aku tidak suka dibuat kikuk hanya karena usilan lidah.
Fatih kekasihku, maaf jika aku rewel. Aku hanya ingin kau tahu, aku tidak akan membicarakan segala hal yang merumitkan itu.
Aku paham: jalani saja seperti biasanya.
Jika dengan demikian kita bahagia, kenapa tidak. Bukankah begitu?
Sudahlah, maaf jika aku salah memaknai semuanya.
Selamat malam
Teruntuk sang penakluk, fatih kekasihku :)
Jumat, 26 Februari 2016
Gejolak Hati
Di pagi hariku lihat senyummu menawan membuat hatiku terkejut berangan-angan rasa yang tak terpatri dilema yang kau beri kini kubagai berjalan di atas aspal berduri.
Kau terindah namun tak bisa kugapai kuingin dirimu disini, jangan kau hilang dari pandanganku bila kau tak mau hati sepi :')
Dirimu terindah hilangkan rasa gundah tuk menggapaimu pun bukanlah cara mudah.
Aku terlalu jauh di dalam angan lku dan yang terlihat hanyalah kelam bayang semu.
Nissa Adlina Fitria
26 februari 2016, 12.46 WIB
Tanpa Judul
Bawa aku pada lorong-lorong gua, agar belajar tentang kekaguman dan misteri untuk dipecahkan.
Hadapkan aku pada tebing, agar belajar tentang keberanian dan keteguhan pendirian.
Giring aku pada keterjalan gunung, agar mengetahui sebesar apa aku punya kekuatan.
Biarkan aku terbakar terik matahari, agar belajar menguasai emosi.
Gunung-gunung, kawah-kawah yang mengepul akan memberikan pengetahuan.
Dan kabut yang turun, barangkali, akan mengajariku tentang kelembutan sikap.
Oka Sumarlin (Jantera 21)
Kamis, 25 Februari 2016
Untuk Teh Sonia
Namanya Sonia Shalihah, yang juga semoga ditakdirkan Tuhan untuk menjadi wanita yang sholeha. Lahir di Jakarta, 12 Desember 1995.
Wanita yang akrab disapa Sonia/Son/Nia ini adalah wanita yang mencoba untuk kuat dalam mengemban amanah sebagai salah satu pejabat tinggi HMP Geografi UPI Periode 2015-2016, nama amanahnya: Ketua Departemen Lingkungan yang Paling Cantik.
Teh Sonia, panggilan sayang kami, saat ini sedang disibukkan dengan pembuatan LPJ atau Laporan Pertanggungjawaban yang selanjutnya harus dilaporkan secara langsung di dalam forum Musyawarah Mahasiswa pada 12 Maret 2016 nanti.
Secara tidak langsung, selain Teh Sonia, para pejabat tinggi himpunan kami memang sepertinya sedang berada di bawah tekanan (mau itu Kabem, Wakabem, Sekum, Bedum, Kadep PSDO, Kadep Pendidikan, Kadep Sospol, Kadep Mikat, Kadep Kerohanian, maupun Kadep Lingkungan, beserta jajarannya). Namun yakinlah, manusia berkualitas memang terlahir dari tekanan hidup yang tidak mudah.
Sebagai calon geograf, kita diajarkan bagaimana proses terbentuknya Batuan Metamorf yang cantik nan mahal, diajarkan pula bagaimana tekanan dan suhu yang ekstrim mampu membentuk batu gamping menjadi marmer - batu beku basalt menjadi serpentinit yang indah - lantas sandstone menjadi kuarsit - serta teman mereka yang lain.
Sebelumnya mari kita samakan persepsi, dalam hidup manusia, tekanan dan suhu yang ekstrim tersebut bisa disebut sebagai tantangan.
Proses pembentukan batuan metamorf mengajarkan kita satu hal, bahwa: proses merupakan poin terpenting yang bisa menentukan hasil akhir.
Manusia hidup berdasarkan pada tantangan, atas ketidakseimbangan antara apa yang diharapkan dan apa yang dimiliki
dan proses yang penuh dengan tantangan merupakan sebuah proses yang menjanjikan keberhasilan, jika saja kita ikhlas dan pantang menyerah pada keadaan.
Untuk kakak-kakak kami yang sebentar lagi akan demisioner, semoga lelah ini menjadi berkah. Semoga pada akhirnya kalian akan menjadi pemenang atas segala tantangan itu. Tetap tersenyum, jangan menangis, nanti matanya basah. Senakal apapun, dalam lubuk hati terdalam, kami menghargai setiap pengorbanan yang telah kalian berikan pada rumah indah kita. Semoga semua proses ini membuat karakter kalian lebih kuat dan indah. Aamiin 😘
Selasa, 23 Februari 2016
Permainan februari
Kunamakan ini permainan!
.
.
dengan salah satu pria yang terlahir di penghujung februari
.
Jadi, ayo kita namakan permainan februari
.
.
"Kita bukan dua orang yang saling jatuh cinta, kita hanyalah suatu kebetulan yang bertemu dengan lukanya masing-masing, bedanya adalah kau kemudian kembali pada ingatanmu, dan kemudian aku jatuh padamu, kau kembali bersuka cita, aku menambah intensitas duka. Bulangerimis_Iyang Meydha Widyawan"
Seperti teringat satu orang yang pernah hadir semasa SMA. Saat ego dan namaku sedang naik daun. Iya, pernah, saat itu.
Kau hadir seperti sebuah kebetulan, yang menginterogasiku tentang seluk beluk angka dan perspektif orang. Aku jengkel, jujur, bahkan ingin mengacuhkan dan mencercamu sesukaku. Tapi beruntung masih ada hati, sehingga dengan terpaksa aku harus memaniskan muka di hadapanmu.
Lama, eh justru sebentar. Kau masuk ke dalam hidupku dengan mengendap-endap, dan kita menyalakan api di dalam sekam, bersama-sama. Iya, kau seret aku masuk ke dalam permainan kotormu. Pengkhianatan, dan sayangnya wanita itu adalah temanku sendiri, walau tidak dekat setidaknya dia sedikit mempercayaiku. Buktinya, dia dengan jelas mengadu padaku soal perubahan sikapmu kepadanya.
Aku tau kehadiranmu hanya sementara, dan kau tengah berpaling dari luka dan rasa jenuh, hingga kau ingin keluar dan bermain sejenak.
Sayangnya permainan itu melibatkanku, yang juga masih terluka, namun karena perpisahan.
Beberapa saat berlalu, kau membuatku jemu dengan segala sandiwara yang kita ciptakan sendiri, yang kita buat skenarionya sesuka hati.
Aku tidak terlalu menyukaimu, aku hanya tertantang untuk masuk ke dalam permainan itu.
Dan kita berdua akhirnya sadar
.
.
.
bahwa omong kosong ini harus diakhiri, dengan cepat, agar tidak ada yang terluka, lagi.
Hari berlalu, lantas kau pergi dengan bahagia, lukamu tersembuhkan. Dan aku yang mulai terbiasa bersamamu, tertinggal bersama kekosongan.
Sedikit gengsi, aku memang merindukanmu, dan itu menambah sedikit dukaku. Untung seorang wanita memang ditakdirkan untuk kuat, jadi secara perlahan sang waktu berbaik hati menyembuhkanku, lagi.
Sudahlah, selamat ulangtahun :)
Maaf telat, anggap saja ini tanggal 19 Februari 😂🙈🙉🙊



