Sabtu, 12 Maret 2016

Aku Bodoh

Aku bodoh, bisa sangat mencintaimu di setiap hening
lantas merindumu dalam ramai

Aku bodoh, mencintaimu untuk diriku sendiri
memberi hanya untuk memuaskan hati

Aku bodoh, mencintaimu dengan kepolosan
sehingga terkadang pamrih dan merasa lelah

Aku bodoh, mencintaimu tanpa alasan masa
tanpa ruang yang lebih tegas

(Catatan Hening di Pagi Buta)

Selama Kumampu

Selama kumampu, aku ingin menggenggammu dalam kasih yang terlampau hangat
Agar aku lupa rasa hambar dan sakit karena harus merindu di setiap siang

(Catatan Lelah di Pagi Buta)

Cinta yang Bermasa

Setiap cinta memiliki masa
maka bertahanlah hati yang polos
kau harus kuat sampai dia benar hilang
kau harus kuat menunggu senja datang

(Catatan Tubuh Lelah di Pagi Buta)

Kamis, 10 Maret 2016

Tenda Lafuma, Jam 04.00 Pagi Itu

Malam yang sangat riuh.

Sekali lagi angin gunung mengguncang tenda kami, dengan lebih agresif_meninggalkan kesan menyeramkan dan dingin yang menusuk hingga ke tulang.

Sekali lagi pula kuperhatikan siluet wajahnya, pria yang tertidur lelap di sampingku. Kelam melukisnya menjadi sketsa kabur yang indah. Entah sejak kapan, namun nyatanya wajah itu mulai kusenangi dalam diam.

Pria itu menggeliat, lantas sendi-sendi di tubuhku bersiaga.

"Kamu udah bangun?" pertanyaan yang seakan terdengar seperti sebuah gumam kecil.

"Iya, kak"
"Sekarang jam berapa?" pertanyaan kedua.
"Jam empat" juga jawaban yang kedua.

"Oh masih setengah jam lagi, bentar ya ngumpulin nyawa dulu". Lantas dia mengalihkan pandangannya kepadaku, dekat, terlalu dekat.

Aku menarik nafas tertahan, mencoba menguasai diri untuk tidak mengatakan hal yang aneh.

Ah sial, aku terjebak.
Hening selalu membuatku begitu menyukainya.

Minggu, 24 Januari 2016
Anak Kecil yang Terjebak di Kastil Merah Jambu,

Selasa, 08 Maret 2016

Abu-abu

Mencintaimu, tidak dalam diam, tapi tidak juga dalam ramai

Mengasihimu, berusaha untuk tulus, tapi sedikit dibuat pamrih

Menjagamu, seakan dalam pelukan, seakan dalam pandangan

Abu-abu.

Senin, 07 Maret 2016

Selamat Pagi

Selamat pagi penantian
Selamat berkutat dengan rindu yang menggebu
Selamat menikmati hari yang sedikit hambar
Selamat menjalankan aktivitas,
bukan rutinitas

(Catatan bunga rampai di pagi buta #6)

Menyerah

Aku menyerah menelan rindu dengan obatnya
Menyerah membunuh waktu di bawah bayangmu
Menyerah untuk bercinta dengan mata nakal
Menyerah untuk bersilat lidah dan berlaku jahat
.
.
Iya, aku menyerah
menyerah untuk membuat paragraf baru
.
.
.
Tapi itu sekarang, beberapa detik selanjutnya selalu berubah

(Catatan bunga rampai di pagi buta #5)

Carilah Kekasih

Carilah yang sekufu, agar pandangan mata selalu terjaga dalam keikhlasan.

Carilah yang ikhlas, agar terbiasa untuk bersyukur bersama sepanjang waktu.

Carilah yang bersyukur, agar berlindung di bawah bayangmu lantas setia.

Carilah yang setia, agar menyejukan hati saat tak berdua.

Carilah yang menyejukan, agar selalu dekat dengan Yang Punya.

Carilah kekasih, carilah yang seperti itu agar kebahagiaanmu abadi hingga akhirat.

(Catatan bunga rampai di pagi buta #4)

Jangan Dekat, Nanti Jahat

Jangan dekat, nanti cinta.
Jangan cinta, nanti rindu.
Jangan rindu, nanti bersyair.
Jangan bersyair, nanti jahat.

Jangan dekat, nanti jahat.

(Catatan bunga rampai di pagi buta #3)